Cari Blog Ini

Jumat, 18 Februari 2011

14
Kalau diselidiki, tentu akan ditemukan bermacam-macam
alasan lain mengapa orang tua menyekolahkan anaknya. Misalkan
menyekolahkan anak gadis sampai ada yang meminangnya, atau
menyerahkan anaknya ke dalam pengawasan guru karena lebih
sulit mengurusinya sendiri di rumah dan sebagainya.
4. Sekolah menyediakan tenaga pembangunan
Bagi negara-negara berkembang, pendidikan dipandang
menjadi alat yang paling ampuh untuk menyiapkan tenaga
produktif guna menopang proses pembangunan. Kekayaan alam
hanya mengandung arti bila didukung oleh keahlian. Maka
karena itu manusia merupakan sumber utama bagi negara.
Menurut analisis Faisal dan Yasik (1985) sepanjang dasawarsa
60-an, dunia pendidikan memiliki andil besar dalam membantu
proyek negara untuk bangkit melakukan pembangunan di segala
bidang. Persekolahan di kala itu, menjadi pusat perhatian dan
dambaan para perencana yang mengupayakan perubahanperubahan
besar, baik dalam bidang ekonomi maupun sosial,
menjadi pusat perhatian para politisi yang berusaha membangun
semangat kebangsaan, serta menjadi kepentingan warga
masyarakat yang berharap menemui peningkatan kesejahteraan
hidupnya. Di awal-awal dasawarsa 60-an ada suatu keyakinan
kuat dari seluruh komponen masyarakat tentang urgensi lembaga
pendidikan bagi proses modernisasi dan industrialisasi. Sistem
pendidikan dipandang sebagai penghasil tenaga-tenaga terampil
dan juga pengetahuan baru yang dibutuhkan bagi perkembangan
teknologi dan ekonomi. Sistem pendidikan, juga dianggap
berandil besar dalam menanamkan disiplin, sikap dan motivasi
sumber daya manusia guna menopang perkembangan industrialisasi.
Dalam hubungan ini, modal manusiawi dianggap jauh
melebihi pentingnya modal-modal fisik apapun juga; bahkan bagi
para ahli ekonomi yang agresif sampai menunjukkan perbedaan
signifikansi modal dalam wujud angka-angka presentase. Merekamereka
ini memiliki keyakinan kuat bahwa orang-orang terdidik
begitu produktif dalam melaksanakan tugas pekerjaan, tanggap
terhadap tuntutan keterampilan baru, serta mampu menunjukkan
loyalitas yang lebih tinggi terhadap dunia pekerjaannya. Inilah
salah satu bukti dari kiprah pendidikan di Indonesia pada waktu
segenap rakyat dan lapisan masyarakat memiliki hajat besar untuk
membangun negaranya.
5. Sekolah membuka kesempatan memperbaiki nasib
Semenjak diterapkannya sistem persekolahan yang bisa
dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat di
seluruh penjuru tanah air maka secara otomatis telah mendobrak
tembok ketimpangan sosial masyarakat feodal dan menggantinya
dengan bentuk mobilitas terbuka. Sekolah menjadi tempat yang
paling strategis untuk menyalurkan kebutuhan mobilitas vertikal
dalam kerangka stratifikasi sosial masyarakat. Perubahan ini
cukup menyeruak karena di dalam tatanan sosialnya telah
mengalami pergeseran kriteria-kriteria pekerjaan yang secara
tidak langsung mengubah kontruksi susunan masyarakat secara
drastis. Bagi orang-orang yang ingin menapaki karier hidup yang
lebih prestisius maka mereka cukup mendaftarkan diri ke lembaga
sekolah dan berproses secara serius sampai pada akhirnya
menerima bukti kelulusan. Bisa dijamin ijasah yang didapat dari
sekolah tersebut lebih diperhatikan oleh pihak-pihak yang
berkepentingan dari pada gelar bangsawan yang sudah mulai
usang. Melalui pendidikan orang dari golongan rendah dapat
meningkat ke golongan yang lebih tinggi.
Banyak pemuda-pemuda yang berhasil menapaki jenjang
karir hidupnya melalui sekolah meskipun memiliki latar belakang
status yang tergolong rendah. Oleh karena itu orang tua berusaha
menyekolahkan anaknya dengan harapan akan dapat memperoleh
hasil yang memuaskan bagi peningkatan derajat dan status
keluarga di kemudian hari.
6. Menciptakan integrasi sosial
Dalam masyarakat yang bersifat heterogen dan pluralistik,
terjaminnya integrasi sosial merupakan fungsi pendidikan sekolah
yang cukup penting. Masyarakat Indonesia mengenal bermacammacam
suku bangsa masing-masing dengan adat istiadatnya
sendiri, bermacam-macam bahasa daerah, agama, pandangan
politik dan lain sebagainya. Dalam keadaan demikian bahaya
disintegrasi sosial sangat besar. Sebab itu tugas pendidikan

Tidak ada komentar: